Tak Ada Hidup yang Gratis: Setiap Perbuatan Ada Balasannya

“Tidak ada hidup yang gratis. Setiap perbuatan mempunyai harga, setiap usaha mempunyai balasan.”

Bagikan:

tidak hidup yang gratis
Daftar Isi

Tak ada hidup yang benar-benar gratis. Apa yang kita lakukan, apa yang kita berikan, pada akhirnya akan kembali kepada kita dalam bentuk tertentu. Begitulah salah satu cara hidup bekerja: setiap pilihan memiliki konsekuensi, setiap perbuatan meninggalkan jejak, dan setiap usaha memiliki balasannya.

Ketika Allah memberi kita akal, kesehatan, waktu, dan berbagai anggota tubuh yang lengkap, lalu semua itu kita gunakan untuk melakukan kebaikan, sesungguhnya kita sedang menanam sesuatu yang kelak kita nikmati hasilnya. Ketika kita menjaga diri, berpenampilan baik, bersikap sopan, dan memperlakukan orang lain dengan baik, orang pun cenderung menghargai dan menyukai kita. Bukan karena kita menuntut penghargaan itu, tetapi karena penghargaan tersebut merupakan konsekuensi dari apa yang kita tanam dalam hubungan dengan diri sendiri dan orang lain.

Sebaliknya, keburukan juga mempunyai harga yang harus dibayar. Orang yang tidak menghargai dirinya sendiri, misalnya dengan mengabaikan kebersihan, penampilan, kesehatan, atau perilakunya, jangan heran jika orang lain pun sulit menghargainya. Begitu pula ketika ucapan dan tindakan kita berulang kali menyakiti orang lain, jangan heran jika hubungan menjadi renggang dan orang mulai menjauh. Ada konsekuensi yang mengikuti hampir setiap pilihan kita, meskipun terkadang kita baru menyadarinya jauh setelah pilihan itu dibuat.

Kita Menuai dari Cara Kita Menempatkan Diri

Kedudukan seseorang di mata manusia maupun di sisi Allah tidak muncul begitu saja. Ada sesuatu yang mendahuluinya: bagaimana ia menjalani hidup, bagaimana ia memperlakukan orang lain, bagaimana ia menjaga adab, dan bagaimana ia menjalankan tanggung jawabnya.

Orang menghormati seseorang karena ilmu, adab, integritas, dan amalnya. Kepercayaan yang diberikan kepadanya bukan sesuatu yang tiba-tiba jatuh dari langit, tetapi merupakan hasil dari perilaku yang konsisten. Demikian pula ketika seseorang kehilangan kepercayaan, sering kali ada rangkaian pilihan dan tindakan yang menjadi sebabnya.

Karena itu, kita tidak sepenuhnya dapat mengatur bagaimana orang lain memperlakukan kita. Tetapi kita dapat mengatur bagaimana kita menempatkan diri di hadapan mereka. Kita tidak bisa memaksa orang untuk menghormati kita, tetapi kita dapat menjadi pribadi yang layak dihormati.

Lebih penting lagi, manusia mungkin salah menilai kita, tetapi Allah tidak pernah salah menilai. Ada kebaikan yang mungkin tidak dihargai manusia, ada pengorbanan yang tidak diketahui siapa pun, dan ada usaha yang tidak mendapatkan pengakuan. Namun, tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan Allah.

Setiap Usaha Akan Diperlihatkan

Al-Qur’an mengingatkan bahwa manusia tidak hidup tanpa pertanggungjawaban. Apa yang kita usahakan akan diperlihatkan dan akan mendapatkan balasan yang sempurna.

Allah berfirman:

وَأَن لَّیۡسَ لِلۡإِنسَـٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ۝ وَأَنَّ سَعۡیَهُۥ سَوۡفَ یُرَىٰ ۝ ثُمَّ یُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَاۤءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.”
(QS. An-Najm: 39–41)

Ayat ini membuat kita melihat kehidupan dengan cara yang berbeda. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin tampak kecil dan tidak berarti. Tetapi tidak ada usaha yang sia-sia di hadapan Allah. Kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas tidak hilang, sebagaimana keburukan yang dilakukan dengan sengaja juga tidak akan begitu saja berlalu tanpa pertanggungjawaban.

Karena itu, setiap hari sebenarnya kita sedang menentukan “bayaran” yang akan kita terima. Kemalasan memiliki harga. Ketekunan juga memiliki harga. Kepedulian memiliki buahnya. Sikap cuek memiliki konsekuensinya. Kejujuran membangun kepercayaan, sementara kebohongan perlahan menghancurkannya.

Dan bayaran itu tidak selalu diterima hari ini. Ada yang langsung terasa, ada yang baru terlihat setelah bertahun-tahun, dan ada yang baru akan kita terima di akhirat.

Berpikirlah Sebelum Berbuat

Mungkin karena itu, kita perlu lebih berhati-hati dalam menjalani hidup. Sebelum berbicara, berpikirlah. Sebelum bertindak, pertimbangkan akibatnya. Sebelum memilih sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri: apa yang sebenarnya sedang saya tanam melalui pilihan ini?

Sebab hidup bukan sekadar tentang apa yang kita inginkan hari ini. Hidup juga tentang apa yang sedang kita persiapkan untuk kita terima esok hari.

Tidak ada hidup yang gratis. Setiap perbuatan mempunyai harga. Setiap usaha mempunyai balasan. Dan pada akhirnya, kita semua akan menerima hasil dari apa yang kita tanam—sebagian di dunia, dan seluruhnya di hadapan Allah.

Maka, berpikirlah sebelum berbuat. Karena tidak ada satu pun perbuatan yang benar-benar berlalu begitu saja. [af]

One response to “Tak Ada Hidup yang Gratis: Setiap Perbuatan Ada Balasannya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *