Perubahan Membutuhkan Komitmen Tambahan—Termasuk Waktu Kita

“Kadang orang bukan tidak mau berubah. Mereka hanya belum dibantu melihat apa yang harus dilepaskan agar memiliki ruang untuk berubah.”

Bagikan:

perubahan membutuhkan komitmen tambahan
Daftar Isi

Bagi banyak orang, waktu adalah salah satu hal yang paling berharga. Karena itu, ketika sebuah perubahan akan dilakukan, pertanyaan yang sering muncul sebenarnya cukup sederhana: “Berapa banyak waktu yang harus saya berikan untuk ini?”

Saya kira ini hal yang wajar. Kita bisa menerima bahwa perubahan itu perlu, bahkan mengakui bahwa perubahan tersebut mungkin membawa hasil yang lebih baik. Namun, ketika perubahan mulai menuntut tambahan waktu, perhatian, atau tanggung jawab, penerimaan itu bisa berubah menjadi keberatan. Seolah-olah perubahan hanya akan baik selama tidak mengganggu terlalu banyak hal yang sudah berjalan.

Di sinilah saya teringat pada perkataan Sidney Howard: setengah dari pengetahuan tentang apa yang kita inginkan adalah mengetahui apa yang harus kita lepaskan untuk mendapatkannya. Perubahan memang hampir selalu memiliki harga. Kadang harganya berupa uang, kenyamanan, kebiasaan, atau—yang paling sering kita rasakan—waktu.

Karena itu, tidak mengherankan jika sebagian orang menolak perubahan bukan karena mereka tidak melihat manfaatnya, tetapi karena mereka merasa tidak sanggup membayar harga yang menyertainya.

Tidak Mau atau Tidak Mampu?

Dalam situasi seperti ini, seorang pemimpin perlu membedakan dua hal yang sering terlihat sama dari luar: tidak mau berubah dan tidak mampu berubah.

Keduanya sama-sama dapat terlihat sebagai penolakan. Seseorang mungkin tidak menjalankan cara kerja baru, tidak mengikuti prioritas yang telah ditetapkan, atau terus kembali pada kebiasaan lama. Tetapi alasan di balik perilaku tersebut bisa sangat berbeda.

Kalau masalahnya adalah kemauan, persoalannya lebih banyak berkaitan dengan sikap. Orang tersebut sebenarnya mampu melakukan perubahan, tetapi memilih untuk tidak melakukannya. Pemimpin tentu perlu menghadapi persoalan ini dengan jelas karena tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan memberikan lebih banyak penjelasan.

Namun, ada situasi yang berbeda. Seseorang mungkin sebenarnya ingin berubah, tetapi tidak tahu bagaimana caranya karena beban yang sedang ia tanggung sudah terlalu banyak. Ia bukan menolak perubahan. Ia hanya tidak memiliki cukup ruang untuk menampung perubahan baru.

Menurut saya, perbedaan ini penting karena cara pemimpin meresponsnya tidak bisa disamakan.

Kadang Orang Tidak Membutuhkan Dorongan, tetapi Ruang

Bayangkan seorang karyawan yang setiap hari sudah memiliki banyak tugas. Kemudian datang sebuah program baru yang dianggap penting oleh organisasi. Pemimpin meminta ia menerapkan cara kerja baru tersebut, tetapi pada saat yang sama tidak ada satu pun tanggung jawab lama yang dikurangi.

Secara teori, orang tersebut mungkin setuju bahwa perubahan itu baik. Namun dalam praktiknya, ia tetap kesulitan menjalankannya. Bukan karena ia tidak memiliki kemauan, melainkan karena waktu dan perhatiannya sudah habis digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada.

Dalam keadaan seperti ini, mengatakan “kita harus berubah” tidak banyak membantu. Yang mungkin lebih dibutuhkan adalah seorang pemimpin yang bersedia duduk bersama, melihat kembali seluruh tanggung jawab yang ada, lalu bertanya: mana yang benar-benar penting, mana yang bisa ditunda, dan mana yang sebenarnya sudah tidak perlu dilakukan?

Di sinilah kepemimpinan menurut saya bukan hanya soal mendorong orang untuk bergerak, tetapi juga membantu mereka menemukan ruang untuk bergerak.

Pemimpin Membantu Menentukan Apa yang Harus Dilepaskan

Setiap organisasi memiliki keterbatasan waktu. Setiap orang juga demikian. Karena itu, setiap perubahan seharusnya tidak hanya berbicara tentang apa yang perlu ditambahkan, tetapi juga tentang apa yang perlu dikurangi.

Jika kita meminta seseorang mengerjakan sesuatu yang baru tanpa mengurangi beban yang lama, sebenarnya kita sedang meminta orang tersebut bekerja lebih banyak. Pada titik tertentu, bukan perubahan yang akan terjadi, melainkan kelelahan.

Pemimpin memiliki peran penting untuk membantu menentukan prioritas. Beberapa pekerjaan mungkin memang harus tetap dilakukan. Tetapi mungkin ada pula pekerjaan yang selama ini dilakukan hanya karena “sudah biasa”, padahal nilainya tidak lagi sebesar waktu yang dihabiskan untuk mengerjakannya.

Perubahan menjadi lebih mungkin ketika orang dapat melihat hubungannya dengan sesuatu yang penting. Ketika mereka memahami nilai perubahan tersebut dan pada saat yang sama dibantu melepaskan hal-hal yang kurang penting, perubahan tidak lagi terasa sebagai tambahan beban semata.

Perubahan Selalu Meminta Sesuatu

Saya semakin melihat bahwa hampir setiap perubahan memiliki konsekuensi. Kita sering membicarakan manfaat yang akan diperoleh setelah berubah, tetapi jarang membicarakan apa yang harus kita korbankan untuk sampai ke sana.

ketika perubahan hampir terjadi, kita ingin mengetahui bagaimana perubahan itu memengaruhi waktu kita.

Padahal, mungkin justru itulah bagian yang paling menentukan.

Ketika seseorang ingin memiliki lebih banyak waktu untuk hal yang penting, ia harus bersedia mengurangi waktu untuk hal yang kurang penting. Ketika sebuah organisasi ingin bekerja dengan cara yang lebih baik, ada kebiasaan lama yang mungkin harus ditinggalkan. Dan ketika seorang pemimpin menginginkan timnya berkembang, ia juga perlu membantu mereka memahami bahwa tidak semua pekerjaan dapat terus dipertahankan dengan porsi yang sama.

Mungkin karena itu, tugas pemimpin dalam menghadapi perubahan bukan sekadar meyakinkan orang bahwa perubahan itu baik. Pemimpin juga perlu membantu orang memahami harga perubahan tersebut, kemudian memastikan bahwa harga itu memang layak dibayar.

Sebab kadang-kadang orang bukan tidak mau berubah. Mereka hanya belum dibantu melihat apa yang harus dilepaskan agar memiliki ruang untuk berubah. [af]

One response to “Perubahan Membutuhkan Komitmen Tambahan—Termasuk Waktu Kita”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *