Sea World Ancol yang Amazing! | Family Trip ke Jakarta

“Perjalanan bersama keluarga bukan hanya soal tempat yang dikunjungi, tetapi tentang kenangan yang perlahan menjadi bagian dari cerita keluarga.”

Bagikan:

berkunjung ke sea world ancol
Daftar Isi

Sehari sebelum kembali ke Makassar, Senin, 12 Desember 2022, saya mengajak anak-anak mengunjungi Sea World Ancol. Kunjungan ini sebenarnya sudah masuk dalam rencana perjalanan kami ke Jakarta. Kami berada di Pulau Jawa dalam rangka mengantar Kakak Fauzan mengikuti tes seleksi masuk pesantren Ma’had Syaraful Haramain di Bogor. Karena perjalanan pulang ke Makassar masih harus ditempuh melalui jalur laut, kami memilih satu destinasi terakhir yang bisa dinikmati bersama sebelum kembali ke rumah. Kenapa harus Sea World Ancol?.

Sea World Ancol adalah sebuah oceanarium yang berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Tempat ini dibangun dengan konsep negara maritim, sebuah konsep yang sebenarnya cukup menarik karena Indonesia secara geografis memang merupakan negara yang wilayah perairannya jauh lebih luas dibandingkan daratan. Kalau dipikir-pikir, perjalanan kami kali ini memang memiliki satu benang merah yang cukup kuat: laut.

Cerita perjalanan kami bahkan sudah dimulai dari perjalanan menuju Jakarta menggunakan kapal laut. Kisahnya pernah saya tuliskan dalam artikel Family Trip ke Jakarta via Jalur Laut. Maka, sebelum kembali menempuh perjalanan laut selama kurang lebih tiga hari menuju Makassar, rasanya lengkap jika kami menutup perjalanan ini dengan mengajak anak-anak melihat lebih dekat kehidupan yang ada di dalam laut.

Pagi yang Ramai Sebelum Berangkat

Sejak pagi, suasana di penginapan sudah cukup ramai. Anak-anak tampak bersemangat karena mereka tahu hari itu kami akan mengunjungi Sea World Ancol. Ada yang segera mandi, ada yang masih menyelesaikan sarapan, dan ada pula yang sibuk memilih pakaian yang dianggap paling cocok untuk jalan-jalan.

Rasa penasaran mereka semakin besar setelah saya menceritakan bahwa di Sea World terdapat aquarium berukuran sangat besar yang dihuni berbagai jenis ikan. Salah satu yang paling menarik perhatian tentu saja ikan hiu. Bagi anak-anak, membayangkan bisa melihat hiu dari jarak dekat saja sudah cukup membuat mereka tidak sabar untuk segera berangkat.

Sesampainya di kawasan Ancol, kami langsung menuju Sea World. Tiket sebelumnya sudah saya pesan melalui aplikasi Ancol sehingga kami tidak perlu lagi repot melakukan pembelian tiket secara langsung. Bagi saya, perkembangan teknologi semacam ini memang sederhana, tetapi cukup membantu. Hal-hal kecil seperti pembelian tiket secara digital bisa menghemat waktu dan tenaga, terutama ketika bepergian bersama keluarga.

Memilih Satu Destinasi Saja

Di kawasan Taman Impian Jaya Ancol sebenarnya terdapat banyak pilihan destinasi. Ada Jakarta Bird Land, Pantai Ancol, Dufan, Sea World, Atlantis, Samudra, Allianz Ecopark, Pasar Seni, Faunaland, Putri Duyung, hingga Bidadari Island.

Kalau mengikuti keinginan anak-anak, tentu akan menyenangkan jika semuanya bisa dikunjungi. Tetapi perjalanan bersama keluarga juga membutuhkan pertimbangan. Kami tidak memiliki banyak waktu dan tenaga karena keesokan harinya harus kembali melakukan perjalanan laut yang panjang menuju Makassar. Karena itu, kami memilih satu destinasi saja: Sea World Ancol.

Pilihan ini juga bukan tanpa alasan. Beberapa destinasi rekreasi lainnya relatif mudah ditemukan di Makassar. Tetapi wahana seperti Sea World yang menghadirkan berbagai kehidupan bawah laut dalam skala besar belum tersedia di kota kami. Jadi, ketika ada kesempatan berada di Jakarta, kami memilih sesuatu yang tidak setiap hari bisa kami nikmati.

Menurut saya, ini salah satu hal yang menarik dalam merencanakan perjalanan. Kita tidak selalu harus mengejar sebanyak mungkin tempat. Kadang justru lebih menyenangkan memilih satu tempat yang benar-benar berbeda dari keseharian kita, lalu menikmatinya dengan lebih tenang.

Masuk dengan Barcode

Untuk masuk ke Sea World Ancol, kami menggunakan tiket yang sudah dipesan melalui aplikasi Ancol. Saat itu harga tiketnya sekitar Rp110.000 per orang pada hari kerja. Dengan jumlah lima orang yang dihitung dalam tiket, total biaya yang kami keluarkan sekitar Rp550.000.

Tiket tersebut sudah termasuk akses Sea World, Pantai Ancol, dan Gate Ancol. Hanya saja, karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat mengunjungi Pantai Ancol. Fokus kami hari itu memang hanya menikmati Sea World sebelum kembali ke penginapan.

Proses masuknya juga cukup praktis. Di pintu gerbang Ancol, kami hanya perlu menunjukkan barcode tiket yang sudah dipesan sebelumnya. Petugas kemudian melakukan pemindaian barcode tersebut. Sistem yang sama digunakan ketika kami memasuki wahana Sea World. Bagi saya, penggunaan teknologi seperti ini membuat pengalaman berkunjung menjadi lebih sederhana karena proses administrasi bisa dilakukan dengan cepat.

Berkenalan dengan Kehidupan Bawah Laut

Begitu memasuki Sea World, anak-anak langsung menemukan banyak hal menarik. Di dalamnya terdapat berbagai aquarium dan kolam yang menampilkan jenis ikan berdasarkan karakteristik maupun habitatnya.

Salah satu aquarium yang kami temui di awal adalah aquarium yang berisi berbagai jenis ikan sungai. Di dalamnya terdapat ikan dewa, manfish, ikan ekor merah muda, kapiat albino, silver dolar, kapiat, kentang-kentang, leporinus, hingga ikan sapu-sapu.

Ada pula aquarium bernama Amazonia yang berisi ikan-ikan berukuran besar. Di antaranya terdapat arapaima, bawal hitam, lele ekor merah, lele tapah, dan patin albino. Secara keseluruhan, terdapat puluhan spot aquarium dan kolam yang bisa dijelajahi pengunjung.

Bagi anak-anak, semua tempat tersebut seperti membuka satu demi satu halaman buku yang selama ini hanya mereka lihat melalui gambar. Bedanya, kali ini mereka bisa melihat langsung bagaimana bentuk dan ukuran ikan-ikan tersebut. Ada rasa kagum yang sulit digantikan hanya dengan membaca atau melihat foto.

Bagian yang Paling Menarik bagi Anak-Anak

Dari banyak spot yang kami kunjungi, ada beberapa yang paling menarik perhatian anak-anak. Aquarium ikan hiu tentu saja menjadi salah satunya. Melihat predator laut yang selama ini hanya mereka kenal melalui televisi atau gambar ternyata memberikan pengalaman yang berbeda ketika dilihat secara langsung.

Selain itu, ada terowongan aquarium raksasa yang membuat kami seolah-olah berada di tengah kehidupan bawah laut. Ikan-ikan berenang di atas dan di sekitar kami. Ada pula sesi edukasi berupa kegiatan memberi makan berbagai jenis ikan di aquarium yang berada di hall utama.

Saya melihat anak-anak begitu menikmati pengalaman tersebut. Mungkin bagi orang dewasa, melihat aquarium hanyalah aktivitas rekreasi biasa. Tetapi bagi anak-anak, pengalaman seperti ini bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal dunia yang jauh lebih luas daripada lingkungan sehari-hari mereka.

Mereka belajar bahwa laut bukan hanya tempat untuk bermain atau tempat kapal berlayar. Di dalamnya terdapat kehidupan yang sangat beragam dengan karakteristik masing-masing. Dari sebuah perjalanan rekreasi, ternyata ada pengetahuan yang ikut dibawa pulang.

Dari Hiu sampai Fosil

Selain aquarium yang berisi ikan hidup, Sea World juga menghadirkan berbagai informasi dan koleksi yang berkaitan dengan kehidupan laut. Kami menemukan pajangan ikan pari berukuran besar, fosil-fosil binatang laut, hingga informasi mengenai kehidupan di laut dalam.

Bagian-bagian seperti ini membuat kunjungan tidak semata-mata menjadi aktivitas melihat ikan. Ada unsur edukasi yang membuat anak-anak bisa mendapatkan perspektif lebih luas tentang kehidupan laut dan sejarahnya.

Tentu saja, tidak semua informasi akan langsung mereka ingat. Tetapi saya percaya pengalaman melihat secara langsung sering kali meninggalkan kesan yang lebih kuat dibandingkan sekadar membaca penjelasan. Bisa jadi, bertahun-tahun kemudian mereka sudah lupa nama beberapa ikan yang dilihat hari itu, tetapi rasa kagum ketika pertama kali melihat hiu dari dekat masih mereka ingat.

Oleh-Oleh Seekor Ikan Hiu

Setelah cukup puas berkeliling, kami akhirnya keluar dari wahana menjelang waktu salat Zuhur. Seperti yang biasa terjadi di tempat wisata, perjalanan keluar membawa kami melewati area merchandise.

Ada banyak pilihan barang yang tersedia. Dan ternyata, salah satu anak kami, Mr. Fedhil, menemukan sesuatu yang langsung menarik hatinya: boneka ikan hiu.

Kalau sebelumnya ia melihat hiu dalam ukuran sebenarnya melalui aquarium, kali ini ia menemukan versi yang jauh lebih aman untuk dibawa pulang. Boneka itu akhirnya menjadi salah satu oleh-oleh dari perjalanan kami ke Sea World.

Bagi orang dewasa, mungkin sebuah boneka hanyalah barang kecil. Tetapi bagi seorang anak, benda seperti itu bisa menjadi pengingat dari sebuah pengalaman yang menyenangkan. Setiap kali melihat boneka tersebut, bisa saja ia kembali mengingat hari ketika bersama keluarganya melihat ikan-ikan besar di Sea World Ancol.

Sebelum Kembali ke Makassar

Setelah keluar dari wahana, kami menuju musholla untuk ISHOMA: istirahat, sholat, dan makan. Kami memang tidak ingin terlalu memaksakan diri karena perjalanan panjang sudah menunggu keesokan harinya.

Setelah cukup beristirahat, kami kembali ke penginapan. Barang-barang harus segera dibereskan dan tenaga perlu dipersiapkan karena esok harinya kami kembali menuju pelabuhan untuk menempuh perjalanan laut menggunakan KM Dobonsolo menuju Makassar.

Dengan begitu, kunjungan ke Sea World menjadi salah satu bagian terakhir dari rangkaian family trip kami di Jakarta. Perjalanan yang awalnya memiliki tujuan utama mengantar Kakak Fauzan mengikuti tes seleksi pesantren akhirnya menjadi perjalanan keluarga yang menyimpan cukup banyak cerita.

Saya selalu merasa bahwa perjalanan bersama keluarga tidak hanya soal tempat yang dikunjungi. Ada waktu yang dihabiskan bersama, ada percakapan yang mungkin sederhana, ada kegembiraan anak-anak, ada keputusan-keputusan kecil yang dibuat sepanjang perjalanan, dan ada kenangan yang perlahan menjadi bagian dari cerita keluarga.

Sea World Ancol mungkin suatu hari nanti akan menjadi sekadar nama tempat yang pernah kami kunjungi. Tetapi bagi kami, ia menjadi bagian dari sebuah perjalanan yang lebih besar—perjalanan dari Makassar ke Jakarta, dari darat ke laut, dari satu pengalaman ke pengalaman berikutnya, dan akhirnya kembali lagi ke rumah.

Semoga Allah SWT. terus memberikan kesehatan, kesempatan, dan rezeki kepada kami untuk mengunjungi tempat-tempat lain yang selama ini masih menjadi bagian dari daftar impian keluarga. Bukan semata-mata untuk menambah jumlah destinasi yang pernah didatangi, tetapi untuk menambah pengalaman, pengetahuan, dan cerita yang suatu hari nanti bisa kami kenang bersama.

Sampai jumpa di perjalanan berikutnya. [4f]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *